Selamat datang di blog Rizal Assocciation Multimedia Dua, selamat membaca, Enjoy | Official blog RVH-art Photography

15 September 2013

Dengan Kecepatan Cahaya, Manusia Hanya Bisa Menjelajah Ke Masa Depan Saja!

    Menurut Stephen Hawking, manusia bisa menjelajah waktu hingga jutaan tahun ke masa depan untuk mengisi dan memulai lagi peradaban Planet Bumi yang telah hancur lebur.

Hingga kini, kendaraan tercepat yang mampu dibuat manusia adalah roket Apollo 10, yang mampu berjalan di kecepatan 25.000 mil per jam.
Namun untuk menjelajah waktu dibutuhkan 2.000 kali lipat dari kecepatan Apollo.
Manusia Bisa Kemasa Depan
Suatu saat nanti, ucap Hawking, akan ada pesawat penjelajahan luar angkasa yang bisa terbang lebih cepat dari kecepatan cahaya. Satu hari penjelajahan di luar angkasa sama dengan satu tahun di Bumi.
Sebagai landasan teorinya, Hawking memakai pendekatan ilmuwan, Albert Einstein yang mengatakan:
“Ketika sebuah obyek mempercepat geraknya di sebuah ruang, maka waktu akan melambat di sekitar obyek tersebut.”
Ini juga berarti, teori Hawking hanya bisa diaplikasikan untuk menjelajah masa depan. Sementara, pergi ke masa lalu adalah sesuatu yang tak masuk akal.
Sebab, kata Hawking, itu merusak aturan fundamental yakni, ‘sebab datang lebih dulu sebelum akibat’. Jika orang bisa kembali ke belakang, berarti dia bisa menembak dirinya di masa lalu.
Dia menjelaskan, ketika pesawat luar angkasa mendekati kecepatan cahaya, kru pesawat bisa memulai melompati tahun-tahun bumi dalam hitungan hari. Ini memberi kesempatan pada manusia untuk kembali mengawali peradabannya.
Hanya 6 Tahun Untuk Teknologi Kecepatan Cahaya
“Butuh waktu enam tahun dalam energi maksimal untuk mencapai kecepatan ini,” kata Hawking, seperti dimuat laman News.com.au, Senin 3 Mei 2010.
Dua tahun pertama, jelas dia, pesawat luar angkasa akan mencapai setengah dari kekuatan cahaya yang ditargetkan dan jauh di luar tata surya.  “Setelah dua tahun, pesawat akan melaju pada 90 persen kecepatan cahaya,” tambah dia.
Dua tahun  berikutnya, dengan dorongan penuh, pesawat luar angkasa akan mencapai kecepatan penuh, 98 persen dari kecepatan cahaya. “Saat itu, satu hari di pesawat setara dengan setahun di Bumi.”
“Dalam kecepatan seperti itu, perjalanan ke tepi galaksi akan hanya butuh 80 tahun di angkasa.”
Hawking mengakui bahwa ia terobsesi dengan perjalanan waktu. Kepada Daily Mail, jika bisa ke masa lalu dia mengaku ingin mengunjungi Marilyn Monroe atau di masa kehidupan Galileo saat dia mengarahkan teleskopnya ke ‘surga’ angkasa.
Hawking mengatakan semakin tua, ia peduli tentang apa yang dipikirkan orang-orang tentang teori. Bahkan tak khawatir disebut gila.
“Penjelajahan waktu yang dulunya dianggap bid’ah ilmiah, aku sudah terbiasa menghindari pembicaraan itu karena takut disebut pengrusak.”Hari ini aku tidak merasa perlu begitu hati-hati,” kata Hawking.
“Meski aku tak bisa bergerak dan hanya bisa bicara melalui komputerku. Tapi, pikiranku bebas, bebas untuk mengekplorasi alam semesta dan mempertanyakan pertanyaan besar, apakah penjelajahan waktu itu mungkin? Bisakah kita membuka portal ke masa lalu atau menerobos ke masa depan.”
Profesor Universitas Manchester, Brian Cox mengatakan kepada The Times bahwa teori Hawking dilandasi basis ilmiah yang teruji dalam penelitian oleh Large Hadron Collider di Jenewa.
Partikel Neutrino Bergerak Melebihi Kecepatan Cahaya
Sedangkan para fisikawan di Laboratorium Organisasi Eropa untuk Riset Nuklir (CERN) di Geneva, Swiss, Jumat (23/9/2011) waktu setempat, mengumumkan keberhasilan mereka menemukan keberadaan partikel yang bisa bergerak lebih cepat daripada kecepatan cahaya.
Partikel yang disebut sebagai neutrino ini memiliki kecepatan 20 per 1 juta di atas kecepatan cahaya. Berdasarkan teori relativitas khusus yang dikemukakan Albert Einstein pada 1905, kecepatan cahaya mencapai 299.792 kilometer per detik atau yang sering dibulatkan menjadi 300.000 kilometer per detik.
Ini merupakan kecepatan tertinggi di alam semesta. Neutrino merupakan partikel elementer yang memiliki massa sangat kecil, nyaris mendekati nol.
Eksperimen untuk menguji kecepatan neutrino ini dinamai Oscillation Project with Emulsion-tRacking Apparatus (OPERA) yang dilakukan di Gran Sasso National Laboratory, Italia, pada kedalaman 1.400 meter. Tujuan penelitian adalah mengujineutrino yang ditembakkan dari CERN.
Juru Bicara OPERA, Antonio Ereditato, dari Universitas Bern, Swiss, mengatakan, temuan ini sebagai kejutan yang sempurna. Para peneliti mengakui, hasil penelitian ini akan menimbulkan pro-kontra karena melawan hukum fisika yang sudah mapan selama lebih dari 100 tahun..!
Untuk itu, pengukuran lain yang independen diperlukan guna menguji temuan ini. Direktur Penelitian CERN Sergio Bertolucci mengatakan, jika hasil pengukuran mereka bisa dikonfirmasi oleh ilmuwan lain, maka akan menjadi langkah besar buta umat manusia.
Temuan ini akan mengubah pandangan umat manusia tentang fisika. Dan ramalan Stephen Hawkings bahwa manusia bisa “bertamasya” kemasa depan, bisa menjadi kenyataan. (edited, LiveScience, Viva, Kompas Sains dan berbagai sumber)

No comments:

Post a Comment